Dua gadis itu masih saja tak beranjak dari warung bakso yang
tak asing lagi namanya bagi orang orang dikota kecil itu. Seperti halnya hujan diluar sana masih saja
setia bernyanyi dengan rintiknya.
“kerupuk ..” sari menawarkan krupuk kepada sri
“iya..” sahut Sri sambil menyeruput teh panas.
Dingin sabtu malam itu terasa sangat sempurna, ketika hujan
hampir dua jam mengguyur badan kedua mahasiswi salah satu perguruan tinggi
negeri di jawa tengah ini. Yah ,,,, di warung itu mereka bisa sedikit menghangatkan
badan dan mengisi perut yang mulai keroncongan karena belum terisi makanan dari
siang.
“besok ada evaluasi apa ya?" tanya sari
“seingatku manajemen operasional kurang tau kalau yang
lain, mungkin pertemuan minggu depan".
jawab Sri
Entah karena apa obrolan mereka terdengar lebih serius dari
biasanya. Dan mereka harus segera beranjak pulang karena hujan diluarsana mulai
reda.
“sampun bu, bakso kalih, teh anget kalih, kerupuk setunggal”
“nggih mbak, sedayanipun nemliku"
Kemudian Sari menyerahkan selembar uang pecahan dua puluh
ribu dan tiga lembar uang pecahan dua ribu yang diambil dari kantong jaketnya.
“sudah berapa kali kau bayari makanku ?". tanya sri kepada
sahabatnya itu.
“ahh kau ini.. berlaga polos. Aku tau di dompetmu itu
penghuninya Cuma KTP dan kartu ATM yang sudah tidak bersaldo lagi” jawab sari
dengan nada bercanda
“ haha kau ini memang sahabatku yang paling mengerti. Tapi
malam ini tak perlu kau antar aku pulang. Ini sudah malam sebaiknya kau
langsung pulang saja. Aku bisa jalan kaki lewat pasar." Sri coba meminta agar
sahabatnya itu tidak mengantarnya pulang seperti biasanya.
“baiklah jika maumu seperti itu, sampai ketemu besok ya” sedikit berteriak Sari berpamitan kepada
teman satu kelasnya itu.
Persahabatan mereka tergambar sangat sederhana, dua gadis
berbeda latar belakang ekonomi itu sama sama memilih hidup dengan sederhana. Jauh dari
hingar bingar kehidupan teman-teman mereka dikampus yang mengatakan mereka
kurang up to date dalam berpakaian
dan bergaul.
Hidup ini pilihan. Dan mereka lebih memilih untuk hidup
‘kampungan’.
Kadang terlintas
dibenak Sri untuk membeli pakaian dengan model terbaru, dan menonton film
terbaru di bioskob seperti teman temannya dikampus, Namun Sri sadar uang beasiswa yang diberikan adalah
penghargaan yang harus benar benar Ia manfaatkan untuk pendidikan bukan untuk
memenuhi gaya hidup. toh baju mereka sangatlah sopan dan masih layak untuk
diapaki, film bisa mereka tonton nanti jika sudah ditayangkan ditelevisi,
ceritanya tidak akan berubah kan?.
“Sari saja yang anaknya orang kaya bisa hidup sesederhana
itu, kenapa aku harus tampil seperti orang kaya” pikir Siti dalam hatinya
Kreek... ternyata tas punggung yang sudah dibeli Sri 2 tahun lalu dengan
harga tak lebih dari seratus ribu sudah tak mampu lagi membawa beban berat buku
buku yang ditampungnya.
“huuuh kenapa sobek, padahal belum lama aku beli “ terlihat
kesedihan di wajah sri
Tas satu satunya yang dia miliki benar benar tidak bisa
dipakai lagi. Sri kemudian berjalan menuju mesin Anjungan Tunai Mandiri. Sebelumnya Sri belum pernah memiliki rekening disebuah bank,
jangankan memiliki rekening tabungan bisa makan setiap hari saja sri sudah
sangat bersyukur.
Satu juta sembilan puluh tujuh lima ratus rupiah. Saldo tabungan
beasiswa sri. Uang itu harus dia kurangi untuk membeli tas, sisanya harus ia
manfaatkan dengan baik, paling tidak selama dua bulan kedepan sampai uang
beasiswa semester berikutnya cair.
Tidak ada gambaran hidup berat di wajah sri. Dia yakin bahwa
semuanya pasti akan berubah. Allah tidak akan mengabaikan setiap doanya
dipenghujung malam. kesehatan untuk bapak dan emaknya, kebaikan untuk adik
adiknya dan nasib yang baik untuk dirinya sendiri dan sahabatnya Sari.
Merekalah alasan terbesar mengapa sri sampai sekarang masih
sekuat da setegar ini.
Kemudian Biarkan Sri menjadi dirinya sendiri. Layaknya hujan
yang selalu turun dengan apa adanya, layaknya langit sore dengan penuh
kesederhanaan, keindahan Dan kehangatannya, dan layaknya batu karang yang
selalu kokoh walau diterpa ombak setiap saat. Biarkanlah Sri seperti itu
adanya.

Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapusPertamax gan๐๐
BalasHapuskutunggu untuk yang kedua hingga yang tak berujung gang :)
HapusSudah ada aja yang komentar nhi. Lanjut
BalasHapusterimakasih untuk ilmunya :)beharap lain waktu bisa belajar lebih banyak lagi
HapusUntuk pembuatan judul kalau bisa dalam bentuk Frasa atau klausa dengan jumlah sekitar 4-6 suku kata sudah cukup mencerimkan isi artikel. Contoh pada artikel web berita
Hapus