Pelentik dan penebal bulu mata akhirnya kehilangan julukan
sebagai waterproof mascara, ketika air mata turun deras dari mata sayu sang
jingga. Kali ini dia benar benar menangis. Kalah dalam perang melawan
perasaannya sendiri, benar benar kalah.
Perona bibir yang katanya halal pun tak mampu lagi membuat
bibir sang jingga tersenyum bahkan tertawa seperti biasanya. Kali ini dia benar
benar menangis. Kalah dalam perang melawan perasaannya sendiri, benar benar
kalah.
Wajah sayu sang jingga tak lagi mampu memandang kedepan, tertunduk
dan basah akan air mata. Kali ini dia benar benar menangis. Kalah dalam perang
melawan perasaanya sendiri, benar benar kalah.
Gemetar tangan sang jingga, bahkan tak mampu lagi untuk
sekedar membasuh air mata yang kian deras
mengalir diwajahnya. Kali ini dia benar-benar menangis. Kalah dalam perang
melawan perasaanya sendiri, benar benar kalah.
Jingga merebahkan badannya yang terkulai lemah, berharap ia
mampu tertidur dengan lelap dan tuhan akan mengirimkan malaikat penghibur hati
untuknya malam itu.
Jingga benar benar menangis. Kalah dalam perang melawan
perasaanya sendiri, benar benar kalah.

Tidak selamanya yg kuat, terus menjadi kuat.
BalasHapusPerempuan diciptakan kelembutan,semoga kelembutan itu msemakin menguatkan hatimu ukh.
Teruslah menulis
Masih terus belajar
Hapus