laman

Minggu, 25 September 2016

Jika Hati telah jatuh cinta dengan Kredit



Tidak seperti biasanya lalu lintas sepadat ini dan apesnya aku selalu mendapat jatah lampu merah disetiap lampu laulintas yang aku lewati.
Aku lihat Beberapa SPG dengan rok mini, make up tebal dan sepatu berhak tinggi itu mencoba membagikan brosur kepada para pengendara. ada saja orang yang memanfaatkan kesempatan lampu merah sebagai peluang untuk mencari peruntungan. 

“permisi mbak”. Salah satu SPG menyodorkan brosur kepadaku

Sekilas aku baca selembar kertas yang diberikan SPG itu. Hmmm sudah kuduga pasti tawaran kredit dengan sejuta keindahannya. Walaupun motor butut dan saldo tabunganku terkadang membuat hati ini ingin mencicipi manisnya kredit , Bagiku gombalan kredit ini tak membuatku goyah dan jatuh cinta sehingga memutuskan untuk menjalin hubungan dengan” surga” dengan berjuta keindahannya bernama kredit.  

Memang tidak bisa dipungkiri bahwa manisnya tawaran kredit telah membuat banyak orang jatuh cinta dan menjadi pengikut setia kredit. Bukan tanpa alasan mereka menganggap kredit  sebagai dewa penolong ditengah kesulitan yang mereka hadapi. Mereka tidak perlu bersusah payah mengumpulkan uang puluhan juta untuk bisa membeli sepeda motor impiannya. Tinggal datang ke dealer, tanda tangan perjanjian ini itu dengan pihak leasing, DP ringan dan beres. Pulang bawa motor Fresh from the oven. Masalah cicilan nanti dipikirkan sambil jalan.

Lalu bagaimana proses pembayaran cicilan ini?. cicilan biasanya dibayarkan setiap bulan atau kurun waktu tertentu dengan jumlah yang telah disepakati sebelumnya dengan pihak leasing.  Nah dalam proses pelunasan cicilan banyak sekali perilaku para pengikut kredit.
Ada yang biasa saja, karena mereka sebenarnya memang mampu membeli dengan cash alias kontan, namun berkat bujukan dan rayuan sang sales yang mengarahkan mereka membeli secara kredit, dengan alasan lebih banyak keuntungannya dan keindahan lain , akhirnya mereka pun luluh termakan gombalan itu.
Ada lagi yang bekerja dan berjuang mati matian sampai titik darah penghabisan demi menepati janji kepada pihak leasing, yaa janji membayar angsuran tiap bulan. Mereka merasa tertekan dan tercekik karena selama sekian bulan harus rela tidak makan enak demi  menepati janjinya itu. Ternyata “surga” itu palsu.
Ada juga yang mengingkari janji. Nah mereka ini terbagi menjadi 2 kelompok, kelompok pertama mereka yang mengingkari janji tanpa sengaja, karena memang nyawa mereka telah hilang karena tercekik angsuran kredit. Dan dengan terang terangan memutuskan hubungan dengan oihak leasing. Kelompok kedua adalah mereka  yang tidak setia, mengingkari perjanjian diawal dan menghilang begitu saja bagaikan ditelan bumi. pihak leasing  pun mati matian mencari keberadaan mereka dan mengejar janji yang tak kunjung mereka tepati.
dalam proses inilah "Surga" itu bisa menjadi "Neraka" para pelaku kredit.Tidak ada yang bisa disalahkan. Mereka kredit karena terpaksa dan pihak leasing hanyalah sebagai perantara. 

Lalu bagaimana kredit ini dilihat dari sisi agama ?
Dalam Al Quran surat Al baqarah ayat 275 Allah berfirman yang artinya :
Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang mengulangi (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya (275)
Diamana letak haramnya dalam kredit? Haramnya adalah di Riba dalam transaksi kredit tersebut. Ribanya terletak pada Bunga yang menjulang tinggi dalam kredit. Gambaran orang yang terlibat dalam kreditpun sudah dijelaskan dalam ayat diatas. Inilah salah satu alasan mengapa hatiku tak tergoyahkan dengan janji manis kredit. Hmmm jika aku ada yang salah mohon dikoreksi. 

Disinilah beratnya golongan manusia dengan pemikiran ambisius. Mereka terlalu jatuh bangun mengejar apa yang diinginkannya, terkadang memaksa Tuhan untuk mengabulkan setiap doanya, namun dalam praktik kehidupannya ada sebagian dari mereka yang telah jatuh cinta dan setia menganut kredit. menghakimi Tuhan bahwa Dia telah memeprsulit hidupnya, padahal orang itu sendiri yang mempersulit dirinya sendiri dengan kredit. Entahlah.... dunia memang serumit itu. 
beberapa SPG itu masih nampak mengedarkan brosur ditangan mereka,entah mereka tau atau tidak hukum kredit, menurutku make up tebal dan roknya yang pendek tidak cocok jika mereka harus turun dijalan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar