laman

Rabu, 21 September 2016

Kalah



Pelentik dan penebal bulu mata akhirnya kehilangan julukan sebagai waterproof mascara, ketika air mata turun deras dari mata sayu sang jingga. Kali ini dia benar benar menangis. Kalah dalam perang melawan perasaannya sendiri, benar benar kalah.

Perona bibir yang katanya halal pun tak mampu lagi membuat bibir sang jingga tersenyum bahkan tertawa seperti biasanya. Kali ini dia benar benar menangis. Kalah dalam perang melawan perasaannya sendiri, benar benar kalah.

Wajah sayu sang jingga tak lagi mampu memandang kedepan, tertunduk dan basah akan air mata. Kali ini dia benar benar menangis. Kalah dalam perang melawan perasaanya sendiri, benar benar kalah.

Gemetar tangan sang jingga, bahkan tak mampu lagi untuk sekedar  membasuh air mata yang kian deras mengalir diwajahnya. Kali ini dia benar-benar menangis. Kalah dalam perang melawan perasaanya sendiri, benar benar kalah.

Jingga merebahkan badannya yang terkulai lemah, berharap ia mampu tertidur dengan lelap dan tuhan akan mengirimkan malaikat penghibur hati untuknya malam itu.
Jingga benar benar menangis. Kalah dalam perang melawan perasaanya sendiri, benar benar kalah.

2 komentar:

  1. Tidak selamanya yg kuat, terus menjadi kuat.
    Perempuan diciptakan kelembutan,semoga kelembutan itu msemakin menguatkan hatimu ukh.

    Teruslah menulis

    BalasHapus