Tidak seperti biasanya lalu lintas sepadat ini dan apesnya aku selalu
mendapat jatah lampu merah disetiap lampu laulintas yang aku lewati.
Aku lihat Beberapa SPG dengan rok mini, make up tebal dan
sepatu berhak tinggi itu mencoba membagikan brosur kepada para pengendara. ada
saja orang yang memanfaatkan kesempatan lampu merah sebagai peluang untuk
mencari peruntungan.
“permisi mbak”. Salah satu SPG menyodorkan brosur kepadaku
Sekilas aku baca selembar kertas yang diberikan SPG itu.
Hmmm sudah kuduga pasti tawaran kredit dengan sejuta keindahannya. Walaupun
motor butut dan saldo tabunganku terkadang membuat hati ini ingin mencicipi
manisnya kredit , Bagiku gombalan kredit ini tak membuatku goyah dan jatuh
cinta sehingga memutuskan untuk menjalin hubungan dengan” surga” dengan berjuta
keindahannya bernama kredit.
Memang tidak bisa dipungkiri bahwa manisnya tawaran kredit
telah membuat banyak orang jatuh cinta dan menjadi pengikut setia kredit. Bukan
tanpa alasan mereka menganggap kredit
sebagai dewa penolong ditengah kesulitan yang mereka hadapi. Mereka
tidak perlu bersusah payah mengumpulkan uang puluhan juta untuk bisa membeli
sepeda motor impiannya. Tinggal datang ke dealer, tanda tangan perjanjian ini
itu dengan pihak leasing, DP ringan dan beres. Pulang bawa motor Fresh from the oven. Masalah cicilan
nanti dipikirkan sambil jalan.
Lalu bagaimana proses pembayaran cicilan ini?. cicilan
biasanya dibayarkan setiap bulan atau kurun waktu tertentu dengan jumlah yang
telah disepakati sebelumnya dengan pihak leasing. Nah dalam proses pelunasan cicilan banyak
sekali perilaku para pengikut kredit.
Ada yang biasa saja, karena mereka sebenarnya memang mampu
membeli dengan cash alias kontan, namun berkat bujukan dan rayuan sang sales
yang mengarahkan mereka membeli secara kredit, dengan alasan lebih banyak
keuntungannya dan keindahan lain , akhirnya mereka pun luluh termakan gombalan
itu.
Ada lagi yang bekerja dan berjuang mati matian sampai titik
darah penghabisan demi menepati janji kepada pihak leasing, yaa janji membayar
angsuran tiap bulan. Mereka merasa tertekan dan tercekik karena selama sekian
bulan harus rela tidak makan enak demi
menepati janjinya itu. Ternyata “surga” itu palsu.
Ada juga yang mengingkari janji. Nah mereka ini terbagi
menjadi 2 kelompok, kelompok pertama mereka yang mengingkari janji tanpa
sengaja, karena memang nyawa mereka telah hilang karena tercekik angsuran
kredit. Dan dengan terang terangan memutuskan hubungan dengan oihak leasing. Kelompok
kedua adalah mereka yang tidak setia,
mengingkari perjanjian diawal dan menghilang begitu saja bagaikan ditelan bumi.
pihak leasing pun mati matian mencari
keberadaan mereka dan mengejar janji yang tak kunjung mereka tepati.
dalam proses inilah "Surga" itu bisa menjadi "Neraka" para pelaku kredit.Tidak ada yang bisa disalahkan. Mereka kredit karena
terpaksa dan pihak leasing hanyalah sebagai perantara.
Lalu bagaimana kredit ini dilihat dari sisi agama ?
Dalam Al Quran surat Al baqarah ayat 275 Allah berfirman
yang artinya :
Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri
melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan)
penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka
berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal
Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang
telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari
mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang
larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang mengulangi
(mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal
di dalamnya (275)
Diamana letak haramnya dalam kredit? Haramnya
adalah di Riba dalam transaksi kredit tersebut. Ribanya terletak pada Bunga yang
menjulang tinggi dalam kredit. Gambaran orang yang terlibat dalam kreditpun
sudah dijelaskan dalam ayat diatas. Inilah salah satu alasan mengapa hatiku
tak tergoyahkan dengan janji manis kredit. Hmmm jika aku ada yang salah mohon
dikoreksi.
Disinilah beratnya golongan manusia
dengan pemikiran ambisius. Mereka terlalu jatuh bangun mengejar apa yang
diinginkannya, terkadang memaksa Tuhan untuk mengabulkan setiap doanya, namun
dalam praktik kehidupannya ada sebagian dari mereka yang telah jatuh cinta dan
setia menganut kredit. menghakimi Tuhan bahwa Dia telah memeprsulit hidupnya, padahal orang itu sendiri yang mempersulit dirinya sendiri dengan kredit. Entahlah.... dunia memang serumit itu.
beberapa SPG itu masih nampak mengedarkan brosur ditangan mereka,entah mereka tau atau tidak hukum kredit, menurutku make up tebal dan roknya yang pendek tidak cocok jika mereka harus turun dijalan.

